Purwokerto — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Purwokerto menunjukan komitmennya dalam membekali warga binaan melalui kegiatan pelatihan pembuatan miniatur kapal dari kertas bekas, Rabu (1/10). Program pembinaan kemandirian ini dirancang untuk mengasah kreativitas, keterampilan teknis, serta menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan warga binaan.
Pelatihan berlangsung di Ruang Bimbingan Kerja dengan memanfaatkan koran bekas menjadi karya seni bernilai jual. Warga binaan dibimbing mulai dari pemilahan bahan, teknik melipat dan merakit, hingga pengecatan dan pewarnaan. Seluruh proses dikerjakan secara mandiri dengan pendampingan petugas pembinaan sehingga menghasilkan karya yang detail dan berkualitas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan kreativitas para warga binaan.
“Program ini bukan hanya membina keterampilan, tapi juga mengubah pola pikir. Warga binaan bisa menciptakan sesuatu yang indah dan bermanfaat dari barang bekas yang dianggap tidak bernilai. Ini adalah bekal penting untuk kehidupan mereka setelah bebas,” ujar Kalapas Purwokerto.
Melalui pelatihan ini, warga binaan berhasil menciptakan puluhan miniatur kapal dari koran bekas dengan berbagai model. Produk-produk tersebut tidak hanya digunakan untuk keperluan internal, namun juga dipasarkan melalui kemitraan dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui kegiatan ini terbentuk kelompok kerja kerajinan tangan yang mampu meningkatkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan jiwa produktivitas warga binaan yang terlibat. Lapas Purwokerto berharap kegiatan ini terus dikembangkan melalui pelatihan lanjutan dan penyediaan sarana pendukung yang memadai. Harapan ini ditujukan agar warga binaan bisa terus menghasilkan karya yang bernilai dan berdampak luas.
Pembinaan kemandirian berbasis produktivitas ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Purwokerto dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan produktif. Hal ini merupakan wujud dukungan terhadap 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada program penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.