Tanjung – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung mengadakan audiensi bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Senin (24/8). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menghadapi potensi bencana kebakaran. Melalui koordinasi strategis, Rutan Tanjung berupaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memastikan penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan Rutan Tanjung dalam menghadapi potensi kebakaran. Pembahasan meliputi identifikasi potensi dan titik rawan kebakaran, pemeriksaan sarana serta prasarana penanggulangan kebakaran, kesiapan jalur evakuasi dan titik kumpul, hingga mekanisme penanganan ketika terjadi kondisi darurat.
Kepala Rutan (Karutan) Tanjung, Raymon Andika Girsang, menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam menghadapi risiko kebakaran. Terlebih, lingkungan pemasyarakatan memiliki karakteristik khusus yang membutuhkan kesiapan dan koordinasi yang matang.
“Keselamatan warga binaan dan petugas merupakan prioritas. Karena itu, mitigasi kebakaran harus dipersiapkan sejak dini, mulai dari pencegahan, deteksi dini, kesiapan personel, hingga prosedur evakuasi. Koordinasi dengan BPBD menjadi bagian penting agar ketika terjadi keadaan darurat, seluruh pihak dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Karutan Raymon.
Selain aspek teknis, koordinasi turut membahas peningkatan kapasitas petugas dalam menghadapi situasi darurat. Pemahaman mengenai tindakan awal saat terjadi kebakaran, penggunaan alat pemadam api, prosedur evakuasi, hingga langkah pengamanan warga binaan menjadi bagian penting yang harus terus diperkuat.

Kepala BPBD (Ka. BPBD) Kabupaten Tabalong, Haris Fakhrozi, menyambut baik langkah Rutan Tanjung dalam membangun koordinasi sejak tahap pencegahan. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dibangun bersama dan tidak hanya dilakukan ketika keadaan darurat telah terjadi.
“Mitigasi merupakan tanggung jawab bersama. Koordinasi sejak awal seperti ini sangat penting agar masing-masing pihak memahami peran dan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat. Kami siap mendukung upaya Rutan Tanjung dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas menghadapi potensi bencana kebakaran,” ujar Ka. BPBD Haris.
Melalui koordinasi tersebut, Rutan Kelas IIB Tanjung dan BPBD Kabupaten Tabalong berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran melalui peningkatan kesiapsiagaan, edukasi, pemeriksaan sarana, serta penguatan kapasitas petugas. Langkah ini diharapkan dapat membangun lingkungan pemasyarakatan yang lebih aman dan tanggap terhadap keadaan darurat, sekaligus memastikan keselamatan warga binaan dan petugas.
