PARIGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi terus berupaya mewujudkan pembinaan kemandirian berbasis usaha produktif. Komitmen tersebut dibuktikan melalui optimalisasi lahan perkebunan milik Lapas. Hasilnya, Lapas Parigi sukses menggelar panen raya sayuran berupa pakcoy dan terong, Kamis (27/8). Panen raya tersebut melibatkan warga binaan sekaligus memberikan bekal keterampilan di bidang agribisnis.
Dari hasil kerja keras dan ketekunan merawat tanaman, kegiatan panen raya berhasil mengumpulkan sayuran dengan jumlah yang cukup melimpah. Sebanyak 75 ikat sayur pakcoy segar dan 23 kilogram terong berhasil dipetik dari kebun asimilasi Lapas Parigi. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak menyelimuti area perkebunan. Jajaran pegawai dan warga binaan yang tergabung dalam program asimilasi perkebunan serta mahasiswa peserta magang turut antusias memanen sayuran segar tersebut.
Kepala Lapas (Kalapas) Parigi, Andar Saenur Warikas, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan program pembinaan kemandirian ini. Ia menilai bahwa lahan pertanian di dalam Lapas harus terus dioptimalkan agar memberikan manfaat yang nyata.
"Ini adalah bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian berjalan dengan sangat baik. Para WBP tidak hanya sekadar mengisi waktu, tetapi mereka dibekali keterampilan bertani yang produktif. Hasilnya pun sangat memuaskan dan bisa langsung kita manfaatkan," ujar Kalapas Andar Saenur Warikas.
Seluruh hasil panen pakcoy dan terong ini tidak didistribusikan ke luar, melainkan langsung disalurkan sepenuhnya ke dapur Lapas Parigi. Sayuran segar bebas pestisida ini akan segera diolah menjadi menu makanan bergizi untuk menunjang pemenuhan kesehatan seluruh warga binaan.
Keikutsertaan peserta magang dalam kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi tersendiri mengenai pentingnya ketahanan pangan serta proses pembinaan narapidana yang humanis dan aplikatif. Kedepan, Lapas Parigi berkomitmen untuk terus mengembangkan variasi tanaman pertanian agar kemandirian pangan di dalam Lapas semakin terjaga.
Melalui pembangunan atmosfer program pembinaan kemandirian berbasis usaha produktif, Lapas Parigi berkomitmen untuk memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Kegiatan tersebut turut menjadi kontribusi dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional dalam bidang pertanian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam program Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
