Muntok – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Kepulauan Bangka Belitung, terus berupaya menyelenggarakan program pembinaan berbasis keterampilan usaha produktif. Hal tersebut diwujudkan melalui pembangunan kolaborasi dengan sektor swasta dalam menyelenggarakan pelatihan khusus terhadap Warga Binaan di bidang perkebunan dan peternakan.
Kepala Rutan (Karutan) Muntok, Andri Ferly, menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendukung proses asimilasi dan memperkuat ketahanan pangan. Pihaknya terus mendorong Warga Binaan untuk dapat berinteraksi dengan dunia luar sebelum kembali di tengah-tengah masyarakat.
"Secara filosofis, program ini adalah bagian dari proses asimilasi. Dalam perspektif pemasyarakatan, asimilasi merupakan proses membaurkan warga binaan ke dalam kehidupan masyarakat melalui pengawasan," ujar Karutan Andi Ferly saat menghadiri panen raya di Bintang Pratama Farm, Sabtu (4/4).
Karutan Muntok turut menjelaskan bahwa dengan bekerja di area perkebunan dan peternakan, Warga Binaan akan berlatih kedisiplinan dan etos kerja. Warga Binaan mendapatkan kesempatan untuk memulihkan fungsi sosial dan berinteraksi langsung dengan lingkungan luar. Dalam hal ini, keterlibatan pihak swasta memberikan dampak positif bagi Pemasyarakatan.
"Penjara bukan lagi sekadar tempat penghukuman terhadap pelaku kejahatan, melainkan menjadi rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Di sinilah asimilasi memegang peranan krusial sebagai jembatan yang menghubungkan Warga Binaan dengan masyarakat. Nantinya, Warga Binaan akan mendapatkan pendampingan langsung dari para mentor (Bintang Pratama Farm)," ucap Karutan Andri Ferly.
Sementara itu, Pimpinan Bintang Pratama Farm (BPF), Izkar, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program asimilasi yang digadang oleh Rutan Muntok. Menurutnya, program tersebut dapat memberikan motivasi kepada Warga Binaan untuk menata masa depan yang lebih baik.
"Saya punya keyakinan jika mereka ingin kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Wajar jika kita harus memberikan kesempatan," ucap Izkar.
Pihaknya menambahkan bahwa Warga Binaan yang ikut dalam program tersebut akan dilibatkan untuk mendukung ketahanan pangan melalui peternakan dan hortikultura, termasuk budidaya palawija dan peternakan ayam petelur.
Melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, Rutan Muntok terus berupaya dalam membangun program pembinaan berbasis usaha produktif. Warga Binaan terus didukung dalam mendapatkan bekal keahlian yang bermanfaat pasca menjalani hukuman pidana. Kegiatan tersebut juga selaras dengan Program Prioritas Nasional serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; terutama dalam program Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).