Boalemo - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Boalemo terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pemberdayaan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah pemberian upah kerja kepada para Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian, Jum’at (21/11). Langkah ini menjadi bukti bahwa proses Pemasyarakatan tidak hanya menekankan pengamanan, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki keahlian, mental produktif, serta kesempatan ekonomi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat.
Sebagai bagian dari pembinaan, Warga Binaan diberi kesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan produktif seperti pertanian, perkebunan, kerajinan tangan, hingga perbengkelan. Setiap Warga Binaan yang terlibat menerima upah sesuai ketentuan serta nilai produktivitas yang dihasilkan. Penyerahan premi atau upah diberikan secara langsung oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ronal K. Baderan, sebagai bentuk transparansi dan penghargaan terhadap usaha para peserta program. Kegiatan ini juga dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 Pasal 29 mengenai tata cara pemenuhan hak Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Boalemo, Agus Risdianto, menegaskan bahwa pemberian upah bukan sekadar penghargaan atas jerih payah Warga Binaan, tetapi merupakan bagian dari pelaksanaan pemenuhan hak-hak narapidana sesuai regulasi pemasyarakatan yang berlaku.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan kerja memperoleh hak mereka, termasuk kesempatan mendapatkan penghasilan yang dapat dimanfaatkan selama menjalani masa pidana maupun sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Kalapas Boalemo.
Agus menambahkan bahwa program kerja ini juga menjadi sarana penting untuk menanamkan keterampilan, nilai kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam diri peserta pembinaan.
Program upah kerja tersebut membawa sejumlah manfaat langsung, baik bagi Warga Binaan maupun keluarga mereka. Penghasilan yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan pribadi, sekaligus memberi motivasi agar mereka lebih aktif dan serius mengikuti pembinaan. Adapun bagi keluarga, tambahan pendapatan tersebut menjadi bentuk dukungan ekonomi kecil, namun sebenarnya berarti, selama masa hukuman berlangsung. Selain itu, masyarakat luas turut merasakan manfaat melalui kembalinya Warga Binaan dengan kemampuan produktif dan karakter yang lebih siap untuk bersosialisasi, bekerja, serta hidup secara mandiri.
Kedepannya, Lapas Boalemo berkomitmen untuk mengembangkan lebih banyak unit kegiatan kerja yang dapat memberikan lapangan pembelajaran serta pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi Warga Binaan, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih manusiawi, adaptif, dan berdampak.
Dengan langkah progresif ini, Lapas Boalemo berharap program pembinaan tidak hanya menjadi rutinitas internal, tetapi benar-benar menjadi jembatan bagi Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih baik dan produktif setelah bebas.