Banda Aceh – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (25/11) meninggalkan dampak luas terhadap kehidupan warga. Puluhan rumah tertimbun lumpur, infrastruktur rusak, dan aktivitas masyarakat lumpuh total. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Aceh bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak sebagai wujud kepedulian dan kehadiran negara.
Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis (4/12) di sejumlah posko pengungsian utama. Kepala Kanwil (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, memimpin langsung tim yang terdiri dari unsur Kanwil, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, serta Dharma Wanita Persatuan. Rombongan diterima oleh para Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai aparatur negara untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti sekarang,” ujar Kakanwil Tato Juliadin Hidayawan saat menyerahkan bantuan.
Terdapat 19 desa yang terdampak parah dan tiga titik pengungsian terbesar di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Pada salah satu posko, jumlah warga mencapai 100 Kepala Keluarga yang berasal dari empat dusun terdampak. Tim Ditjen Imigrasi Aceh menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, pakaian layak pakai, dan kebutuhan mendesak lainnya di dua posko, yaitu Posko Desa Masjid Tuha dan Posko Desa Meunasah Lhok.
Distribusi berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Para pengungsi tampak antusias menyambut kedatangan jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh yang menyempatkan berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kondisi serta kebutuhan mereka.
Berdasarkan Informasi dari pihak Pemerintah Desa Meunasah Lhok, banjir bandang membawa endapan lumpur setinggi 2–4 meter, menyebabkan banyak rumah tidak dapat dihuni. Sebagian besar warga kini mengungsi sambil menantikan bantuan lanjutan dari pemerintah.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi lapangan. Proses dokumentasi dan pelaporan kepada pimpinan akan dilakukan sebagai bagian dari penanganan berkelanjutan.
“Semoga bantuan hari ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita. Kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh, BPBD, dan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi,” ucap Kakanwil Tato Juliadin Hidayawan.
Kemenimipas mengimbau masyarakat Aceh tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Dalam situasi penuh tantangan ini, kepedulian dan solidaritas menjadi kekuatan utama untuk bangkit bersama.