rss 48

  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30
Tinjau Lapas Garut, Menteri Imipas Tekankan Pembangunan Jejaring dan Kemandirian Ekonomi Warga Binaan

Tinjau Lapas Garut, Menteri Imipas Tekankan Pembangunan Jejaring dan Kemandirian Ekonomi Warga Binaan

GARUT – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, mengajak jajarannya di pemasyarakatan, utamanya Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk aktif membangun membangun jejaring dan menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan eksternal, guna mendukung pengembangan potensi ekonomi Warga Binaan. Hal ini ditekankan Menteri Agus saat mengunjungi Lapas Kelas IIA Garut, Rabu (16/7).

Menurutnya, Lapas saat ini tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pemberdayaan dan pelatihan keterampilan. Hasil karya Warga Binaan diharapkan dapat menjadi produk yang bernilai jual tinggi, termasuk dalam bentuk suvenir dan komoditas ekspor.

“Kepala Lapas dituntut untuk aktif membangun jejaring dan menjalin komunikasi yang konstruktif dengan berbagai pihak di luar. Tujuannya agar hasil karya Warga Binaan bisa menjadi produk yang bernilai ekonomis dan berdaya saing,” ujar Menteri Agus saat berdialog dengan jajaran Lapas Garut.

Ia menambahkan, pembinaan berbasis produktivitas dinilai mampu menyerap tenaga kerja dari kalangan warga binaan dalam jumlah besar. Hal tersebut menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Salah satu program unggulan yang dimiliki Lapas Garut adalah pengolahan sabut kelapa menjadi coir shade untuk kebutuhan ekspor. Kegiatan ini mampu menyerap antara 100 hingga 200 Warga Binaan, tergantung kapasitas produksi yang berjalan.

Selain pengolahan sabut kelapa, Warga Binaan Lapas Garut juga terlibat dalam berbagai kegiatan produktif lainnya seperti peternakan domba dan ayam, pembibitan lalat maggot, budidaya ikan lele, konveksi, serta pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian mandiri.

Menteri Agus memberikan apresiasi kepada Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, atas inisiatif dan kemampuannya mengenali potensi lokal yang ada. Salah satu kunci keberhasilan Lapas Garut, menurut Menteri Agus, adalah keterlibatan aktif Rusdedy dalam berbagai komunitas lokal di Kota Garut.

“Kalapas harus paham potensi daerah yang dipimpinnya. Di Garut, Pak Rusdedy bergabung dengan beberapa komunitas lokal. Dari situ muncul berbagai inisiatif produktif, seperti pengolahan sabut kelapa. Ini bukti bahwa Lapas bisa berkembang jika peka terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Menteri Agus.

Mengakhiri kunjungannya, Menteri Agus meninjau langsung area kerja Warga Binaan berupa tempat produksi coir shade dan konveksi. Berbagai area kerja yang ada di Lapas Garut menjadi bukti bahwa Lapas juga dapat menyediakan program pembinaan kemandirian yang memberikan dampak nyata bagi Warga Binaan dan masyarakat. (uf/prv)

[jux_easy_instagram_feed id=1]
kemenimipas logo
 
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
Alamat   JL. Rasuna Said Kav X6 No. 8 Kuningan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
     
     
          

 

facebook kemenimipas   twitter kemenimipas   instagram kemenimipas   linked in kemenimipas   Youtube kemenimipas   rss kemenimipas
  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30