rss 48

  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30
Kemenimipas Gandeng Kementerian UMKM, Perkuat Pembinaan Kemandirian terhadap Warga Binaan

Kemenimipas Gandeng Kementerian UMKM, Perkuat Pembinaan Kemandirian terhadap Warga Binaan

KUPANG – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus berkomitmen mendorong pemberdayaan Warga Binaan dalam menghasilkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini terwujud dalam bentuk kolaborasi lintas kementerian. Secara resmi, Kemenimipas bersinergi dengan Kementerian UMKM dalam menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) guna mendukung pembinaan dan pembimbingan Warga Binaan, Selasa (29/10).

Penandatanganan MoU ini merupakan rangkaian dalam gelaran Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kota Kupang. Festival tersebut menjadi momentum dalam mendorong Warga Binaan menghasilkan produk UMKM yang berkualitas dan berdaya saing. Melalui Nota Kesepahaman, Kemenimipas dan Kementerian UMKM menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan kemandirian terhadap Warga Binaan. Tidak hanya sebatas pelatihan kewirausahaan, namun juga pemanfaatan berbagai sarana dan prasarana yang memadai untuk Warga Binaan.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menekankan bahwa kolaborasi lintas Kementerian bertujuan untuk memperkuat pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Harapannya, Warga Binaan terus berlatih dalam meningkatkan produksi, memahami strategi pemasaran, serta termotivasi dalam mengasah keterampilan.

"Warga Binaan bukanlah obyek penghukuman semata. Mereka adalah individu yang memiliki potensi, mampu berkarya, dan bisa berkontribusi secara positif bagi masyarakat. Ini adalah upaya untuk memperluas jangkauan pemasaran produk Warga Binaan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Menteri Imipas.

kupang 2

Selaras dengan hal tersebut, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, turut menegaskan bahwa kerja sama lintas kementerian serta kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan hal yang signifikan. Pertumbuhan UMKM tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Kolaborasi merupakan jawaban dari tantangan yang ada.

Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu rasa percaya dan kolaborasi agar UMKM bisa tumbuh berkelanjutan," ucap Menteri UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, menjelaskan bahwa pada konteks NTT, perkembangan UMKM menjadi salah satu komponen vital dalam menggerakkan perekonomian daerah.

"UMKM adalah motor penggerak ekonomi daerah yang membuat roda ekonomi NTT terus berputar. Melalui UMKM, ayo bangun Indonesia, ayo bangun NTT,” tegas Gubernur NTT.

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro ini menjadi ajang dalam memamerkan produk unggulan dari berbagai unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTT. Berbagai produk mulai dari tenun, anyaman, kerajinan tangan, hingga jajanan khas daerah hasil karya Warga Binaan turut mewarnai gelaran Festival tersebut. Hal ini menandakan bahwa Warga Binaan juga mampu menghasilkan karya-karya produktif yang bernilai estetis dan ekonomis.

[jux_easy_instagram_feed id=1]
 
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
Alamat   JL. Rasuna Said Kav X6 No. 8 Kuningan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
     
     
          

 

facebook kemenimipas   twitter kemenimipas   instagram kemenimipas   linked in kemenimipas   Youtube kemenimipas   rss kemenimipas
  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30