Namlea – Dalam rangka mewujudkan pengembangan kapasitas Warga Binaan untuk lebih produktif, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melaksanakan panen hasil budi daya pertanian. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (13/9). Pada kesempatan ini, Warga Binaan berhasil memanen 100 kilogram buncis dan 50 ikat tanaman sawi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang difokuskan pada bidang pertanian. Tujuannya adalah memberikan keterampilan praktis sekaligus mendukung implementasi fungsi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembatasan kebebasan. Pengembangan kapasitas Warga Binaan juga perlu dilaksanakan guna mendorong mereka untuk lebih produktif dan siap kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas (Kalapas) Namlea, Muhammad M. Marasabessy, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas dalam membina Warga Binaan. Ia berpendapat bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terutama pada program memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan.
“Panen ini merupakan penutup pekan yang gemilang dengan panen yang kembali kami lakukan. Kami bersyukur bisa memetik hasil melimpah dari dua jenis tanaman holtikultura yang kami budi dayakan yakni buncis maupun sawi. Kami akan memastikan Lapas Namlea turut serta mengimplementasikan 13 program akselerasi bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan” ujar Kalapas Namlea.

Budi daya tanaman buncis yang ada di Lapas Namlea sudah memasuki panen yang kelima, sedangkan sawi sudah panen sebanyak tiga kali dalam bulan September. Hasil ini tidak terlepas dari jerih payah warga binaan dan jajaran Lapas Namlea untuk menunjukkan kontribusi pada program ketahanan pangan nasional. Menurut Kalapas Namlea, tanaman buncis dan sawi sangat cocok dibudidayakan di lingkungan Lapas.
“Tanaman buncis ini adalah jenis tanaman perenial atau berproduksi terus-menerus sehingga bisa dipanen 10 sampai 15 kali. Kalau sawi kita tanam secara bergilir, jadi panennya tidak serentak, tapi berkelanjutan,” tutur Kalapas Namlea.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menjelaskan bahwa ratusan kilogram buncis dan puluhan ikat sawi yang dipanen akan di distribusikan ke pasar. Ia menambahkan, panen dilakukan berdasarkan permintaan pembeli dengan rata-rata pesanan mencapai 150 kilogram per hari. Pendapatan dari hasil penjualan tersebut akan dialokasikan Kembali sebagai modal usaha, disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta diberikan dalam bentuk premi kepada Warga Binaan.
Kegiatan panen hasil pertanian pada Lapas Namlea menjadi wujud nyata komitmen Lapas dalam menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat positif terhadap Warga Binaan maupun masyarakat.
