Saumlaki – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki terus mengasah keterampilan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Hasilnya, sejumlah warga binaan mampu memproduksi meja dan sofa sesuai dengan pesanan pembeli, Kamis (2/10).
Kepala Lapas (Kalapas) Saumlaki, Ilham, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pembinaan kemandirian. Fokus utamanya tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab serta semangat produktif bagi warga binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapat kesempatan untuk belajar dan berkarya. Produk meja dan sofa ini adalah bukti bahwa pembinaan berjalan dengan baik dan memberi manfaat langsung, baik bagi warga binaan maupun instansi,” ujar Kalapas Ilham.
Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Saumlaki, Andrey Maspaitella, menegaskan bahwa kegiatan produksi meubel ini menjadi sarana penting untuk melatih keterampilan warga binaan. Ia mengungkapkan bahwa program kerja ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keahlian di bidang pembuatan meubel, tetapi juga membentuk mental kerja yang disiplin, kreatif, dan bertanggung jawab. Lapas Saumlaki akan terus mendorong agar pembinaan berjalan berkesinambungan.
Salah seorang warga binaan berinisial AM yang ikut serta dalam pembuatan meja dan sofa turut menyampaikan rasa bangganya. “Kami senang diberi kesempatan untuk berkarya. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini membuat kami merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai kegiatan produksi meubel menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian berjalan efektif.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Lapas Saumlaki yang konsisten mengembangkan keterampilan warga binaan. Hal ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan yang mandiri, produktif, serta mampu berdaya saing ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kakanwil Ricky.
Melalui kegiatan ini, Lapas Saumlaki menegaskan komitmennya untuk melaksanakan program pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Program ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis, tetapi juga mendorong mereka untuk menghasilkan produk usaha mikro, kecil, dan mengengah (UMKM) yang berkualitas. Selain itu, program ini menjadi wujud konsistensi Lapas Saumlaki untuk terus mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada program penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan dalam menghasilkan produk UMKM.