rss 48

  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30
Sepasang Sepatu dan Kesempatan Kedua dari Bapas Ciangir

Sepasang Sepatu dan Kesempatan Kedua dari Bapas Ciangir

Tangerang – Tidak semua orang yang menjalani masa pidana mampu langsung memulai kembali kehidupannya. Namun bagi Bakti Kurniawan, masa Pembebasan Bersyarat justru menjadi awal untuk membangun mimpi baru. Di bawah pendampingan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir, ia kini berhasil menghadirkan ARPRIZE, merek sepatu kasual yang lahir dari ketekunan, pembelajaran, dan keyakinan bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua.

Bakti, warga Kampung Katomas, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, saat ini masih menjalani masa bimbingan Pembebasan Bersyarat hingga 2 Januari 2027. Selama proses tersebut, ia mendapat pendampingan dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Nunik Kurniani yang terus mendorongnya mengembangkan keterampilan dan membangun usaha secara mandiri.

Dari tangan Bakti lahirlah ARPRIZE, sepatu kasual bergaya modern dengan dominasi warna hitam dan putih. Menggunakan material berkualitas, jahitan yang rapi, bantalan yang nyaman, serta sol yang kuat, produk tersebut menjadi bukti bahwa keterampilan yang diperoleh melalui proses pembimbingan dapat berkembang menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar.

"Produksi di sini dikelola oleh saya sendiri dengan dibantu orang tua. Di sini terdapat tempat produksi antara lain assembling, sewing, cutting, dan lainnya kita akan eksplor satu per satu," tutur Bakti sembari berkeliling memamerkan lokasi produksi sepatunya.

Keberhasilan tersebut merupakan salah satu wujud implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, yang menempatkan pembinaan dan pemberdayaan sebagai inti dari sistem pemasyarakatan. Melalui Bapas, proses reintegrasi sosial tidak berhenti pada pengawasan administratif terhadap klien, tetapi juga memastikan mereka memiliki bekal keterampilan, kesempatan berusaha, serta pendampingan agar mampu kembali menjalankan peran sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bapas Ciangir, Anjar Seto, mengapresiasi tinggi keberhasilan kliennya ini. "Saya sangat mengapresiasi klien Bapas Ciangir, Bakti Kurniawan. Saat ini Bakti dengan produksi sepatunya, APRIZE, telah berkembang pesat bahkan memiliki beberapa outlet penjualan," ungkapnya.

Keberhasilan reintegrasi sosial tidak hanya diukur dari selesainya masa pidana, melainkan dari kemampuan seseorang untuk kembali hidup secara mandiri, bekerja secara produktif, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena itu, PK berperan penting mendampingi klien agar mampu membangun masa depan yang lebih baik melalui potensi yang dimiliki.

Nunik sebagai PK yang membimbing Bakti juga mengaku selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk tetap semangat kepada klien-kliennya. Ia juga mengakui kegigihan dan keseriusan Bakti dalam menjalankan program pembimbingan.

"Selama menjalankan bimbingan, Bakti dapat menjalankannya dengan baik, bersikap dengan baik, dan mentaati peraturan yang ada di Bapas," ungkapnya.

ARPRIZE menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan yang tepat mampu melahirkan harapan baru. Dari sebuah keterampilan menjahit dan merakit sepatu, tumbuh sebuah usaha yang tidak hanya memberi penghasilan bagi pembuatnya, tetapi juga mengubah cara pandang bahwa klien pemasyarakatan memiliki kemampuan untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kisah Bakti menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar tentang menjalani hukuman, melainkan tentang mempersiapkan seseorang kembali menjadi bagian dari masyarakat. Di balik setiap produk yang dihasilkan, terdapat proses pembinaan, pendampingan, dan kepercayaan bahwa kesempatan kedua dapat melahirkan perubahan yang nyata.

Melalui pembimbingan yang humanis, profesional, dan berkelanjutan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus memperkuat peran Bapas sebagai garda terdepan dalam mewujudkan reintegrasi sosial. Sebab, keberhasilan pemasyarakatan pada akhirnya bukan hanya ketika seseorang bebas, tetapi ketika ia mampu kembali dengan karya, harapan, dan kehidupan yang lebih baik.

[jux_easy_instagram_feed id=1]
kemenimipas logo
 
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
Alamat   JL. Rasuna Said Kav X6 No. 8 Kuningan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
     
     
          

 

facebook kemenimipas   twitter kemenimipas   instagram kemenimipas   linked in kemenimipas   Youtube kemenimipas   rss kemenimipas
  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30