Pangkalpinang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang terus berupaya mendorong pemasaran produk karya warga binaan melalui gelaran pameran. Dengan bertajuk Srikandi Movement “Women Support Women”, kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung, Selasa (30/9). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya bagi warga binaan.
Berbagai produk hasil karya warga binaan tersaji mulai dari rajutan, vest, hingga batik jumputan. Produk-produk tersebut merupakan hasil pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Warga binaan dibekali dengan keterampilan praktis serta peluang usaha yang bernilai ekonomis.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas pada saat produk-produk tersebut dipamerkan. Istri Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, serta General Manager (GM) PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri turut hadir dan memborong sejumlah produk hasil karya warga binaan. Tidak hanya itu, para tamu undangan yang lain juga tampak membeli. Hal ini menjadi bukti bahwa produk hasil karya warga binaan tidak hanya bernilai ekonomis, namun juga memiliki kualitas yang patut dipertimbangkan.
Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari, menyampaikan rasa bangga atas respon positif masyarakat dan juga tamu undangan terhadap hasil karya warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan. Pembelian produk karya warga binaan ini bukan sekadar transaksi, tetapi juga bentuk kepercayaan dan motivasi agar warga binaan semakin semangat dalam berkarya, sekaligus mempersiapkan diri untuk berwirausaha setelah bebas nanti,” ujar Kalapas Rina Setiari.

Noni Hidayat Arsani dalam sambutannya turut mengapresiasi hasil kerajinan tangan warga binaan Lapas Perempuan Pangkalpinang. Ia berharap pembinaan yang menghasilkan produk UMKM tersebut terus ditingkatkan.
“Saya yakin semua warga binaan Lapas Perempuan Pangkalpinang memiliki potensi besar dalam mengembangkan kewirausahaan kreatif dan menciptakan produk UMKM yang bagus. Saya berharap usaha ini terus dikembangkan secara serius dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, karya warga binaan bukan hanya mendapat ruang apresiasi, namun juga kesempatan untuk tumbuh menjadi usaha kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Lapas Perempuan Pangkalpinang dalam menghadirkan pembinaan berbasis produktivitas. Hal ini selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama pada program Penguatan dan peningkatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk UMKM.