Kandangan — Semangat literasi tampak nyata di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kandangan. Sejumlah Warga Binaan terlihat antusias memanfaatkan fasilitas perpustakaan Rutan dengan memilih dan membaca berbagai koleksi buku yang tersedia, Rabu (4/3).
Berlatar rak-rak buku yang tertata rapi, Warga Binaan secara bergantian mencari bacaan yang sesuai minat mereka. Koleksi yang tersedia pun beragam, mulai dari buku keagamaan, pengetahuan umum, hingga buku-buku motivasi dan keterampilan. Suasana perpustakaan yang nyaman menjadikan kegiatan membaca sebagai aktivitas positif untuk mengisi waktu luang selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan (Karutan) Kandangan, Keynes, menegaskan bahwa perpustakaan menjadi salah satu sarana penting dalam program pembinaan kepribadian. Pihaknya menerangkan bahwa melalui kegiatan membaca, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri.
“Melalui budaya membaca, kami ingin mendorong warga binaan agar terus belajar, menambah wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ujar Karutan Kandangan.

Salah seorang Warga Binaan mengaku senang dengan adanya fasilitas tersebut. Menurutnya, membaca membuat waktu terasa lebih bermanfaat dan memberikan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah dipelajari.
Dengan optimalisasi perpustakaan, Rutan Kandangan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang edukatif, produktif, dan humanis, sejalan dengan semangat pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang mandiri dan berdaya guna.
