Purwokerto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, mendampingi kunjungan kerja Anggota Komisi XIII DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII, H. Yanuar Arif Wibowo, S.H., di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto, Rabu (9/7). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan spesifik masa sidang IV Tahun 2024–2025 DPR RI.
Dalam kunjungan tersebut, Yanuar Arif Wibowo menggelar audiensi langsung dengan warga binaan di Masjid At-Taubah dan meninjau langsung fasilitas pembinaan serta program rehabilitasi yang dilaksanakan di dalam Lapas Purwokerto. Kegiatan ini pun dihadiri jua oleh Kepala Lapas Purwokerto Aliandra Harahap, Kepala Rumah Tahanan Negara Banyumas, jajaran DPRD Kabupaten Banyumas, serta para pejabat struktural lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan di Aula Yudhistira Lapas Purwokerto yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke berbagai fasilitas dalam Lapas, mulai dari area Kampus Pembangunan, dapur, hingga Bengkel Kegiatan Kerja (Giatja).

Dalam sesi audiensi bersama warga binaan, Yanuar menyampaikan komitmennya dalam mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial narapidana. “Pembinaan yang baik menjadi jembatan penting bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih siap dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dari Komisi XIII DPR RI terhadap dunia pemasyarakatan di Jawa Tengah. “Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral dan politik yang penting bagi kami. Sinergi dengan lembaga legislatif menjadi modal penting dalam mendorong reformasi pemasyarakatan yang lebih inklusif dan manusiawi,” ujar Mardi.

Kalapas Purwokerto, Aliandra Harahap, juga menyampaikan bahwa kunjungan ini memberi motivasi tersendiri bagi jajaran dan warga binaan. “Kami merasa bangga dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Semoga menjadi penyemangat dalam meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan,” tuturnya.
Kegiatan ini ditutup dengan pertunjukan musik calung banyumasan kolaborasi dari grup Putra Laras Wulung yang dibawakan oleh warga binaan, sebagai wujud ekspresi seni dan hasil pembinaan di dalam Lapas.
Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan institusi pemasyarakatan dalam mendukung keberhasilan program pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial narapidana di Jawa Tengah.