Batulicin - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus berupaya memberikan ruang kreatif bagi Warga Binaan. Salah satunya melalui program pembinaan keterampilan seni yang mendorong pengembangan potensi Warga Binaan serta menghasilkan karya yang bernilai estetika dan ekonomis, Rabu (12/11).
Atas Kegigihan dan kesabaran, Warga Binaan berhasil mengubah limbah barang bekas menjadi karya seni bernilai. Melalui pemanfaatan bahan-bahan sederhana seperti stik kayu, kardus, kertas, rak telur, dan potongan bambu kecil, Warga Binaan mampu menyulapnya menjadi replika bangunan mini serta beragam ornamen dekoratif yang menarik.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyalurkan bakat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana terapi mental dan pembentukan karakter. Berkat arahan para petugas pembinaan, warga binaan mendapat pembelajaran untuk memanfaatkan kreativitas sebagai modal ketika kembali ke masyarakat.
Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Batu Licin, Harry Indrawan, menegaskan bahwa pembinaan seni dan keterampilan menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan. Melalui pembinaan yang berkualitas, memberikan bekal keahlian yang mampu memperbaiki kualitas hidup Warga Binaan.
“Kegiatan ini bukan sekadar mengubah barang bekas menjadi karya yang indah, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan rasa tanggung jawab. Setiap karya yang lahir memiliki cerita perjuangan di baliknya,” ujar Kasubsi Pembinaan.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan yang memiliki ketertarikan terhadap kerajinan tangan (berinisial S), mengaku bangga bisa mengasah kemampuan dan menuangkan ide dalam bentuk karya nyata.
“Kami merasa berarti ketika karya kami dihargai. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa keterbatasan bukan halangan untuk tetap berkarya dan berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dari bahan limbah tidak berguna, menjadi karya yang bermakna. Dari dalam Lapas, tumbuh semangat untuk berkreasi dan memperbaiki diri. Melalui kegiatan pembinaan seni, Lapas Batulicin mewujudkan proses pembinaan melalui kreativitas, kerja keras, dan harapan untuk masa depan Warga Binaan yang lebih baik.

