Banda Naira – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira memanen 15 ikat sayur kangkung berkualitas di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (2/9). Panen tersebut merupakan wujud komitmen Lapas dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kepala Lapas (Kalapas) Bandanaira, Mikha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan salah satu fokus utama yang diwujudkan melalui upaya Lapas untuk berkembang menjadi lembaga yang produktif serta berdampak positif bagi masyarakat.
"Panen ini merupakan salah satu wujud komitmen Lapas Bandanaira dalam memberdayakan Warga Binaan secara berkesinambungan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan," ujar Kalapas Mikha.
Lebih lanjut, Kalapas Bandanaira menegaskan bahwa pemberdayaan Warga Binaan pada bidang pertanian bukan sekadar urusan ketahanan pangan, melainkan wujud nyata pembinaan bagi mereka. Melalui program ini, Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru di bidang pertanian tetapi juga belajar tentang nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kerja sama.
"Ini adalah bagian dari proses pembinaan. Kami ingin Warga Binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat," tegas Kalapas Mikha.

Salah satu Warga Binaan mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. "Kami merasa senang bisa ikut berkebun dan berkontribusi dalam program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Selain memberi keterampilan di bidang pertanian, kegiatan ini membuat kami merasa produktif dan berguna, meskipun berada di dalam Lapas," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, secara terpisah menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan oleh Lapas Bandanaira. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkontribusi dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan humanis, serta mendorong reintegrasi sosial yang lebih efektif bagi Warga Binaan.
"Kami berharap upaya seperti ini terus diperkuat agar Warga Binaan semakin mandiri, berdaya guna, dan bermanfaat ketika kembali ke masyarakat," ujar Kakanwil Ricky.
