Malang – Lapas Kelas I Malang kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang swasembada pangan. Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum, warga binaan berhasil memanen 1.500 butir telur atau setara dengan 80 kilogram, Kamis (16/10).
Panen ini menjadi bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Pemasyarakatan yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakat, Agus Andrianto. Menteri Agus menekankan pentingnya pemberdayaan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui program ini, warga binaan tidak hanya dibina secara mental dan spiritual, tetapi juga dilatih keterampilan produktif yang bernilai ekonomi tinggi.

Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kadiyono, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa SAE Ngajum Lapas Malang telah menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pemasyarakatan mampu bertransformasi menjadi pusat produksi yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap SAE Ngajum terus tumbuh menjadi pusat ketahanan pangan Jawa Timur dan memberi manfaat luas bagi lingkungan sekitar,” ujar Kadiyono.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menuturkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras warga binaan dan petugas lapas yang terus berinovasi. Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan sektor peternakan dan pertanian SAE Ngajum agar mampu menciptakan kemandirian pangan sekaligus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan.