Medan — Intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dalam beberapa hari terakhir telah memicu terjadinya bencana banjir dan longsor di berbagai titik. Sebagai bentuk kehadiran negara dan kepedulian terhadap masyarakat, jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Sumatera Utara bergerak cepat melaksanakan aksi bakti sosial di daerah-daerah terdampak.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Teodorus Simarmata, menyampaikan bahwa seluruh satuan kerja Imigrasi di wilayahnya telah dikerahkan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami memastikan jajaran Imigrasi hadir dan turut membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir. Ini bagian dari tugas kemanusiaan sekaligus panggilan moral seluruh pegawai imigrasi,” ujar Kakanwil Teodorus Simarmata di Medan (29/11).
Sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi telah menyalurkan bantuan mulai 27–29 November 2025. Bentuk bantuan yang diberikan meliputi sembako, tempat pengungsian sementara, dapur umum, hingga dukungan logistik di berbagai posko.
Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan menjadi salah satu UPT yang bergerak paling awal. Selain menyalurkan paket sembako, jajaran Rudenim juga membuka gedungnya sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang mengungsi. Dapur umum didirikan guna memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpenuhi selama masa darurat.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus (Kanimsum) TPI Medan juga bergerak cepat. Jajaran Kanimsus Medan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir yang mengungsi di Kantor Kepala Desa Lalang, Kabupaten Deli Serdang. Adapun Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Polonia memberikan bantuan sembako bagi masyarakat di Kelurahan Kampung Baru, Kota Medan, yang masuk dalam wilayah terdampak dengan debit air cukup tinggi. Sementara itu, Kanim Kelas II TPI Belawan menyalurkan bantuan kepada pengungsi di Posko Masjid Ath-Thoharo, Jalan Marelan, Kota Medan, yang sejak dini menjadi salah satu titik kumpul warga.
Selain itu, Kanim Kelas II TPI Pematang Siantar turut memperluas cakupan bantuan hingga ke beberapa wilayah, seperti Kecamatan Tanjung Beringin (Serdang Bedagai), Lapangan Sri Mersing (Tebing Tinggi), serta Kecamatan Tarutung (Tapanuli Utara). Terakhir, Kanim Kelas III Non-TPI Mandailing Natal turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Tempat Pengungsian Desa Muara Angkola, Kabupaten Mandailing Natal.

Di samping kegiatan yang telah berjalan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan menjadwalkan pelaksanaan bakti sosial pada Senin, (1/12). Sementara itu, Kanim Kelas III TPI Nias tidak melaksanakan bakti sosial karena wilayah Kepulauan Nias tidak terdampak banjir, meski mengalami gangguan jaringan. Adapun Kanim Kelas II TPI Sibolga saat ini masih berfokus memberikan dukungan bagi pegawai internal yang sedang mengungsi karena rumah mereka ikut terdampak.
Kakanwil Teodorus Simarmata menegaskan bahwa seluruh jajaran Imigrasi di Sumatera Utara akan terus memantau situasi dan menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan ketulusan dalam pelayanan kemanusiaan ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” ucap Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara.
Kemenimipas mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, serta aparat setempat. Di tengah situasi sulit ini, solidaritas dan kepedulian antarwarga menjadi kekuatan terbesar untuk bangkit bersama.
