Bintan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang melaksanakan panen sayuran kacang panjang dan ternak ikan lele. Kegiatan ini pun dihadiri langsung oleh Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan (Dirtekforma), Maulidi Hilal dalam rangka kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau, Jumat (16/5).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program Akselerasi Menteri Imipas, Agus Andrianto, yaitu pemberdayaan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yang menjadi bagian integral dari transformasi layanan pemasyarakatan yang lebih produktif dan bermanfaat.
Dalam kunjungan tersebut, Dirtekforma bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepri, Aris Munandar turut serta dalam kegiatan panen, dimulai dari kebun kacang panjang, kemudian dilanjutkan ke kolam ikan lele yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kebun. Selain itu, rombongan juga meninjau tanaman kangkung, terong, budidaya ikan nila dan peternakan kambing sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan.
“Pembinaan berbasis ketahanan pangan ini bukan hanya memberi manfaat bagi pemenuhan gizi warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi pemasyarakatan yang mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar Maulidi Hilal di sela kegiatan panen.
Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Kepri, Aris Munandar menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan yang melibatkan Warga Binaan merupakan wujud nyata dari peran aktif pemasyarakatan dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk mendukung Program Akselerasi Menteri Imipas, Agus Andrianto, dalam memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan pembinaan produktif di dalam Lapas. Warga binaan kita latih dengan keterampilan nyata. Program ini memberikan mereka peluang untuk mandiri setelah selesai menjalani masa pidana. Ini bagian dari pembinaan yang berkelanjutan dan humanis,” kata Aris.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Heru Trisulistiyono, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Indra Kesuma, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Encup Supriyadi, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Bejo, serta jajaran pejabat struktural, JFT, dan JFU dari Lapas Kelas IIA Tanjungpinang.
Program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang juga sejalan dengan upaya revitalisasi pemasyarakatan untuk lebih adaptif, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan sosial. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus mendorong agar seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dapat mereplikasi model pembinaan ketahanan pangan seperti di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Ke depan, program serupa diharapkan dapat diintegrasikan secara sistemik melalui sinergi lintas sektor dan pemberdayaan stakeholder lokal.
