rss 48

  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30
Bapas Amuntai Gelar Pelatihan Pembuatan Telur Asin bagi Klien Pemasyarakatan

Bapas Amuntai Gelar Pelatihan Pembuatan Telur Asin bagi Klien Pemasyarakatan

Amuntai — Dalam rangka mendukung penuh pelaksanaan 13 Program Akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Amuntai menggelar kegiatan pelatihan kemandirian berupa pembuatan telur asin kepada Klien Pemasyarakatan, Jum’at (16/5). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari strategi pembimbingan dan pembinaan klien yang lebih holistik, berorientasi pada pemberdayaan, serta reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Kepala Bapas Amuntai, Tri Haryanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk implementasi dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektoral serta pendekatan inovatif dalam pembimbingan Klien Pemasyarakatan. Dua poin penting dari 13 Program Akselerasi adalah “memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan” dan “penguatan dan peningkatan pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk UMKM”.

“Pembimbingan tidak hanya dilakukan dalam bentuk konseling atau evaluasi perilaku, tetapi juga harus memberikan nilai tambah secara ekonomi. Kegiatan seperti pelatihan pembuatan telur asin ini kami yakini mampu membuka peluang usaha mandiri bagi klien setelah masa pembimbingan berakhir,” ujar Tri Haryanto.

Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah Klien Pemasyarakatan ini dipandu langsung oleh Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Amuntai, Delimawati, yang telah berpengalaman dalam produksi telur asin. Para peserta diajarkan mulai dari tahap awal, seperti pemilihan telur bebek yang berkualitas, pembuatan campuran bahan pengasin dari abu gosok dan garam, hingga teknik penyimpanan dan pemasaran hasil produk.

Salah satu klien, inisial A, mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “Saya baru tahu ternyata membuat telur asin itu mudah, tapi juga butuh ketelatenan. Saya jadi semangat ingin mencoba di rumah dan semoga bisa jadi usaha kecil nanti,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan membekali klien dengan keterampilan, melainkan juga membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, dan harapan baru bagi mereka yang sedang menjalani masa reintegrasi sosial. Hal ini selaras dengan semangat Pemasyarakatan yang kini mengedepankan pendekatan humanis dan restorative justice.

“Harapan kami, para Klien yang sudah kami bimbing ini nantinya tidak hanya sekadar kembali ke masyarakat, tetapi mampu mandiri secara ekonomi dan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing,” tambah Kepala Bapas.

Dengan berbagai program pembimbingan yang terarah dan aplikatif, Bapas Amuntai berkomitmen terus mendukung percepatan transformasi layanan Pemasyarakatan menuju sistem yang lebih efektif, profesional, dan bermanfaat dan berdampak langsung kepada masyarakat, sejalan dengan semangat besar dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Selatan, Mulyadi, menekankan bahwa program tersebut merupakan sarana pembinaan yang terintegrasi bagi Klien Pemasyarakatan. Program ini juga bukti bahwa mereka tidak hanya berperan sebagai objek pembinaan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Melalui pelatihan produktif ini, mereka turut serta merealisasikan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui pembuatan telur asin. Hal tersebut diharapkan menjadi modal kemandirian dan memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan dari Pemasyarakatan untuk masyarakat,” tuturnya.

[jux_easy_instagram_feed id=1]
 
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
Alamat   JL. Rasuna Said Kav X6 No. 8 Kuningan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
     
     
          

 

facebook kemenimipas   twitter kemenimipas   instagram kemenimipas   linked in kemenimipas   Youtube kemenimipas   rss kemenimipas
  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30