Morowali – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Sulawesi Tengah melalui Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Banggai melaksanakan pemantauan langsung progres pembangunan Gedung Kantor Imigrasi Morowali, Jumat (14/11). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal, standar teknis konstruksi, serta target capaian fisik.
Pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa progres pembangunan keseluruhan telah mencapai 57 persen. Saat ini pekerjaan konstruksi berada pada tahap kolom lantai 2, termasuk pemasangan dudukan plat balok atas dan pengecoran plat lantai secara menyeluruh. Proses pembangunan melibatkan kurang lebih 62 tenaga kerja yang bekerja pada beberapa titik area konstruksi. Adapun target pekerjaan berikutnya adalah perakitan pembesian kolom sebagai bagian dari struktur lanjutan lantai atas.
Kepala Kanim Banggai, Yusva Aditya, menyampaikan bahwa pemantauan rutin ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Ditjen (Direktorat Jenderal) Imigrasi Sulawesi Tengah akan terus memantau seluruh proses konstruksi, memastikan tidak ada deviasi terhadap rencana teknis, serta menjaga agar progres tetap sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Kanim Yusva Aditya.
Lebih lanjut, Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Morowali, Tim Pengawas Lapangan, serta CV. Multikon Plan Engineering Consultant selaku konsultan perencana. Kerja sama ini menjadi kunci untuk menjaga kelancaran progres pembangunan sekaligus mengantisipasi potensi hambatan teknis di lapangan.
Dengan adanya kantor imigrasi permanen di Kabupaten Morowali, Ditjen Imigrasi Sulawesi Tengah berharap pelayanan keimigrasian di wilayah tersebut dapat ditingkatkan, baik dari sisi aksesibilitas, efektivitas layanan, maupun kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.
Pembangunan gedung ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan keimigrasian di daerah-daerah pertumbuhan ekonomi dan industri, termasuk Morowali yang menjadi salah satu pusat kawasan industri nikel nasional.