Karawang – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang kembali mendapat apresiasi. Berbagai kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan, mulai dari budidaya ikan, peternakan, hingga pertanian, dinilai tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Program tersebut merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diinisiasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam penguatan pembinaan yang produktif, pemberdayaan warga binaan, serta optimalisasi lahan pemasyarakatan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Hasil produksi sektor pangan turut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku makanan bagi warga binaan di dalam lapas.
Hal tersebut mendapat perhatian saat Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Karawang, Jumat (31/7). Dalam kunjungannya, Rieke meninjau langsung berbagai fasilitas layanan, mulai dari dapur, klinik, hingga area pembinaan kemandirian yang dikelola warga binaan.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Rieke berbincang dengan seorang warga binaan yang mengaku ingin tetap bekerja di lingkungan lapas setelah bebas. Ketika ditanya alasannya, warga binaan tersebut mengaku telah memperoleh ilmu dan keterampilan yang bermanfaat selama mengikuti program pembinaan.
"Semangat, diperbaiki semuanya. Di sini dapat ilmu?" tanya Rieke.
"Alhamdulillah," jawab warga binaan tersebut.
Bagi Rieke, pembinaan yang berorientasi pada penguatan keterampilan, etos kerja, dan tanggung jawab menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.
Selain meninjau program pembinaan, Rieke juga mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk layanan kesehatan yang didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang memadai.
"Hak warga binaan harus dipenuhi dengan baik. Namun hal tersebut juga perlu didukung oleh jumlah pegawai yang memadai sesuai beban kerja. Pada layanan kesehatan, misalnya, tentu dibutuhkan tenaga medis yang cukup dan berkompeten agar pelayanan yang diberikan benar-benar optimal," ujarnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Ma'ruf Prasetyo, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari transformasi pemasyarakatan yang saat ini terus diperkuat oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, warga binaan tidak hanya menjalani pidana, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk kembali berperan di masyarakat.
"Kunjungan Ibu Rieke Diah Pitaloka menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian," ujar Ma'ruf.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Lapas Karawang, termasuk pemanfaatan lahan dan pengembangan program pembinaan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
"Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang ada, memperkuat program pembinaan kemandirian, serta memastikan warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat. Dengan demikian, pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi tempat belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," pungkasnya.
Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Lapas Kelas IIA Karawang terus memperkuat peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Selain mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif, program ini juga menghadirkan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan, membangun etos kerja, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (prv)
