AMUNTAI - Sukses produksi perdana telur asin oleh Klien Pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Amuntai terus memberikan bimbingan berkelanjutan untuk mendorong pengembangan usaha tersebut. Respons positif masyarakat terhadap cita rasa telur asin hasil karya Klien menjadi semangat baru untuk memasarkan produk secara lebih luas dengan harga terjangkau dan merek lokal.
Program ini merupakan bagian dari pemberdayaan Klien Pemasyarakatan dalam Bimbingan Kemandirian yang dirancang tidak hanya untuk mengisi waktu selama masa integrasi, tetapi juga sebagai bekal keterampilan dan peluang ekonomi pasca pembinaan. Telur asin "Teras Amuntai" yang dihasilkan in telah diuji coba di lingkungan sekitar dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat karena cita rasanya yang khas dan kualitas yang terjaga.
Kepala Bapas Amuntai, Tri Haryanto, menyampaikan bahwa dukungan terhadap pengembangan usaha ini adalah bentuk nyata keberpihakan Bapas Amuntai terhadap pemulihan dan kemandirian Klien. “Kami melihat potensi besar dari semangat klien untuk mandiri. Respons masyarakat jadi motivasi tersendiri. Sekarang, mereka ingin membuat merek sendiri dan menjual dengan harga yang bersahabat. Kami tentu akan mendampingi proses ini hingga klien siap berdiri sendiri,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Lebih lanjut, program ini turut mendapat perhatian dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Mulyadi, yang menilai bahwa kegiatan seperti ini adalah contoh riil pemberdayaan Warga Binaan atau Klien Pemasyarakatan dalam mendukung Ketahanan Pangan yang merupakan bagian dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto.
“Ketika Klien bisa menghasilkan sesuatu yang diterima masyarakat, di situlah pemasyarakatan menemukan makna sejatinya. Kita bukan hanya membina, tapi mengubah jalan hidup seseorang melalui kesempatan dan dukungan,” tutur Kakanwil dalam pernyataannya.
Bapas Amuntai berkomitmen akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan pelaku UMKM, untuk mendukung Klien dalam proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Produk telur asin ini rencananya akan dipasarkan secara lokal terlebih dahulu, dengan target pasar rumah tangga, pedagang kecil, dan warung-warung kecil.
Ke depan, Klien juga akan dibimbing untuk memahami dasar-dasar manajemen usaha, pengurusan perizinan usaha mikro, dan strategi pemasaran sederhana agar produk mereka mampu bersaing dan berkelanjutan tentunya dengan dukungan dari semua pihak yang peduli akan masa depan Klien Pemasyarakatan.