BOGOR - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus paspor. Salah satu upayanya tampak pada Program Medisa (Melayani di Hari Sabtu) yang digaungkan oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Bogor, Sabtu (4/7). Program tersebut menyediakan kuota bagi 50 pemohon yang tidak bisa mengajukan permohonan di hari kerja.
Kepala Kanim Bogor, Ritus Ramadhana, menegaskan bahwa program Medisa hadir sebagai alternatif solusi dalam mempermudah masyarakat mengurus paspor, terlebih bagi mereka yang sibuk beraktivitas di hari kerja.
"Semangat Imigrasi Untuk Rakyat menjadi landasan kami dalam memberikan pelayanan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan paspor dengan lebih mudah, tanpa terkendala oleh kesibukan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Ritus.

Kemudahan tersebut dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Hal ini tercermin dari salah satu pemohon paspor, Muhammad Ilham Hariri (24). Ia menyatakan bahwa program Medisa, selain memudahkan pemohon yang bekerja, juga dilengkapi dengan pelayanan yang optimal.
"Sebenarnya datang di hari Sabtu karena Sabtu libur kerja saja. Pelayanan bagus, bagus banget. Sejak datang dari loket, pertama mengambil nomor antrean, sudah dikasih tahu arahnya ke mana. Pokoknya jelas alurnya," ujar Ilham.
Selain Medisa, Kanim Bogor juga memiliki program Pancawala. Program tersebut membuka kuota sebanyak 20 permohonan paspor di hari Jumat mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
Melalui pelayanan yang mudah dan tersedia di akhir pekan, Kemenimipas terus berkomitmen untuk mewujudkan layanan yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, program tersebut menjadi wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, terutama dalam program penguatan layanan Keimigrasian berbasis digital. (UDK/MRI)
