MALANG – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Kecamatan Ngajum, pada Senin (28/7). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya nyata Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberdayakan warga binaan melalui program pertanian produktif dan berorientasi ekspor.
Dalam kegiatan bertajuk “Akselerasi Ketahanan Pangan dan Penyerahan Hibah Tanah,” Menteri Agus secara langsung meninjau sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dikembangkan di lahan SAE seluas 20,5 hektare tersebut. Dari total lahan yang tersedia, sebanyak 11,3 hektare sudah dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti peternakan ayam, kambing, dan sapi, serta pertanian hidroponik, melon, kedelai edamame, dan kubis manis.
Menteri Agus juga berkesempatan melakukan penanaman bibit kubis manis hasil kerja sama Lapas Malang dengan Universitas Negeri Malang. Kubis manis tersebut merupakan jenis unggulan dengan kualitas ekspor dan sudah berhasil dikirim ke Taiwan sebanyak 8 ton pada panen perdana Oktober 2024 lalu.
“Nanti dipasarkan di mana? Bibit tanamannya dari mana?” tanya Menteri Agus kepada Hasan Ismail, Ketua Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Negeri Malang. Hasan menjelaskan bahwa kubis tersebut memang ditujukan untuk pasar ekspor ke Taiwan, dan selama ini bibitnya juga masih didatangkan dari sana. Menteri Agus pun merespons, “Setelah ini, bibitnya dari sini saja, ya,” sambil menitipkan harapan agar ke depan bibitnya bisa diproduksi mandiri dalam negeri.
Menurut Menteri Agus, pengembangan SAE seperti di Lapas Malang menjadi bagian penting dari kontribusi Kemenimipas terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang swasembada pangan.
“Bapak Presiden mencanangkan ketahanan pangan menjadi salah satu program Asta Cita yang seharusnya menjadi konsentrasi kita semua. Kami ingin memberikan kontribusi untuk tercapainya cita-cita Bapak Presiden,” terang Menteri Agus.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam Indonesia secara optimal.
“Negara kita ini, mendapatkan berkah yang amat luar biasa dari Yang Maha Kuasa, tanahnya subur, airnya ada terus, mataharinya ada terus. Mari kita manfaatkan karunia Yang Maha Kuasa di lingkungan kita sendiri. Manfaatkanlah space yang ada untuk bisa menciptakan ketahanan pangan,” tambahnya.
Selain itu, Kemenimipas juga menyerahkan bantuan sosial sebanyak 200 paket berisi kebutuhan pokok kepada keluarga warga binaan, klien pemasyarakatan, siswa berprestasi, dan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran Kemenimipas di tengah masyarakat.
Melalui SAE, Kemenimipas tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga menghadirkan kontribusi konkret dalam pembangunan ekonomi, pertanian, dan ketahanan pangan nasional. (prv)