Kunming, Yunnan – Enam delegasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mewakili Indonesia dalam Seminar Manajemen Keimigrasian dan Perbatasan untuk negara-negara kawasan Asia Tenggara (Seminar on Immigration and Border Management for Southeast Asian Countries) yang diselenggarakan pada 4–18 Agustus 2025 di Kunming, Yunnan, Tiongkok. Delegasi Indonesia terdiri dari tiga perwakilan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan (BPSDM Imipas) serta tiga perwakilan dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Police Logistics Center of Second Standing Force of National Immigration Administration dan diikuti oleh peserta dari Indonesia, Kamboja, serta Laos. Selain memperkuat pemahaman bersama, seminar internasional ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama multilateral di kawasan Asia Tenggara dalam bidang keimigrasian dan pengelolaan perbatasan.

Salah satu delegasi Indonesia, Hetri Pima Anggara, menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini bukan sekadar ajang pertemuan delegasi negara masing-masing, tetapi mitra kerja strategis dalam menghadapi tantangan kompleks yang terdapat di kawasan Asia Tenggara. "Manajemen keimigrasian dan perbatasan merupakan isu penting yang berdampak pada perekonomian, masyarakat, dan keamanan di Asia Tenggara,” ujarnya.
Adapun materi seminar internasional mencakup: Pengantar kondisi Tiongkok yang meliputi sejarah, kebijakan nasional, dan hubungan internasional; Kebijakan dan praktik keimigrasian, termasuk penegakan hukum lintas batas dan kerja sama internasional; serta Latihan praktik profesional melalui simulasi, praktik lapangan, dan pertukaran pengalaman teknis.
Seminar pun menghadirkan narasumber dari pejabat pemerintah, akademisi, dan pakar imigrasi Tiongkok. Selain itu, peserta diminta menyiapkan makalah terkait pengalaman dan kebutuhan kerja sama di bidang keimigrasian, serta menyampaikan evaluasi atas penyelenggaraan kegiatan.
Partisipasi Indonesia dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas nasional di bidang keimigrasian, memperkuat jejaring kerja sama regional, serta mendukung upaya menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

