Bekasi – Di balik seragam dan pengabdian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), terdapat harapan sederhana yang sering kali menjadi cita-cita besar yaitu memiliki rumah sendiri, tempat pulang yang nyaman bagi keluarga. Harapan itulah yang kini mulai terwujud bagi sejumlah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Program Fasilitasi Rumah ASN Kemenimipas.
Kemenimipas secara resmi melaksanakan Launching Fasilitas Rumah ASN Kemenimipas Casa De Prima Cikarang Barat dan Cikarang Pusat, Selasa (19/5). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui penyediaan hunian yang nyaman, layak, dan terjangkau.
"Kegiatan ini merupakan implementasi dari 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan poin 14 yaitu memfasilitasi rumah ASN Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung program strategis pemerintah terkait perumahan rakyat serta upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mensejahterakan pegawai melalui penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, terjangkau, yang merupakan fondasi awal para ASN kita untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan prima," ujar Menteri Imipas.
Pihaknya menambahkan bahwa kepemilikan rumah bukan sekadar soal aset, tetapi juga menyangkut kualitas hidup pegawai dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. "Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Mohon kepada rekan-rekan bisa memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga apa yang menjadi arah bijak pemerintah kita implementasikan," tutur Menteri Agus.

Bagi banyak pegawai, rumah bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah ruang tempat keluarga bertumbuh, tempat harapan dirawat, dan tempat seseorang kembali setelah menjalankan pengabdian kepada negara.
Salah satu ASN Kemenimipas, Muh. Sidik Abdillah, Anggota Regu Pengamanan Lapas Kelas IIA Cikarang, yang merupakan penerima manfaat mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan kesempatan yang selama ini sulit dijangkau.
"Terbantu dengan program Pak Menteri (Imipas) seperti sekarang, karena diberikan bantuan rumah didekat kantor dan lingkungannya juga sangat mendukung untuk keluarga saya " ungkap Sidik.
Cerita serupa juga datang dari Rahardjo Sudarmono, Pegawai Lapas Kelas I Tangerang, yang kini semakin dekat dengan impiannya memiliki tempat tinggal yang layak bersama keluarga serta prosesnya mudah.
"Prosesnya cepat, kemarin satu minggu dari proses pendaftaran, karena yang paling penting mungkin kelengkapan upload dokumennya. Upload dokumennya standar seperti halnya identitas diri, kemudian ada slip gaji, kemudian identitas keluarga, sama halnya seperti kredit rumah pada umumnya. Hanya saja mungkin kelebihannya kenapa kami pilih di sini karena bunganya flat dari BRI 7,5%, beda sama bunga komersil yang setahu saya 11-13%, dan kita dapat program bunga flat sampai dengan lunas," ujar Rahardjo.
Cerita-cerita tersebut lahir dari kebutuhan nyata yang sebelumnya dihimpun melalui aplikasi STAR (Smart Technology, Adaptive, and Responsive Application) Sinergi. Aspirasi pegawai mengenai kebutuhan hunian dikumpulkan dalam satu sistem terintegrasi sehingga penyediaan rumah dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Casa De Prima Cikarang turut memiliki nilai tambah melalui konsep pembangunan berkelanjutan. Material bangunan memanfaatkan fly ash bottom ash (FABA) hasil pengolahan limbah sisa pembakaran PLTU yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan PT PLN. Material tersebut diproduksi menjadi bahan konstruksi bernilai guna oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang.
Pada tahap awal, Casa De Prima Cikarang Barat menghadirkan 60 unit hunian dengan 34 unit telah selesai dibangun serta sembilan unit ruko. Sementara pembangunan Casa De Prima Cikarang Pusat sebanyak 78 unit ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Juni 2026.
Bagi para ASN yang hari ini menerima kunci rumah secara simbolis, momen tersebut bukan sekadar serah terima hunian. Di balik pintu yang terbuka, terdapat perjalanan panjang, harapan yang akhirnya menemukan tempat pulang, dan langkah baru menuju kehidupan yang lebih baik. Sebab pada akhirnya, kesejahteraan bukan hanya tentang bekerja dengan baik, tetapi juga tentang memiliki rumah untuk kembali dan ruang bagi keluarga untuk bertumbuh.