Masyarakat di sekitar Lapas Kelas IIB Warungkiara kini bisa berbahagia dan tak lagi khawatir menghadapi cuaca buruk yang menimpa rumah mereka. Pasalnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) telah merealisasikan program bedah rumah dan renovasi rumah ibadah di lingkungan lapas sebagai bentuk bakti sosial bagi masyarakat.

“Alhamdulillah. Jadi ya, istilahnya hati tenang, lah. Buat istilahnya anak, istri, orang tua gitu kan. Tinggal juga nggak was-was lah kalau musim hujan gimana juga. Kalau kemarin kan musim hujan mesti disiapin. Ya istilahnya nampung bocor gitu kan. Nah kalau sekarang udah layak huni, benar-benar layak huni lah,” ungkap Asep, salah satu penerima manfaat program bedah rumah.
Program bedah rumah yang diusung di Warungkiara menjadi bukti nyata manfaat yang dibawa oleh 15 Program Aksi Kemenimipas. Berawal dari program ketahanan pangan yang berhasil meraup hasil panen yang besar di Lapas Kelas I Cirebon pada Januari 2026 lalu, Kemenimipas menyalurkan hasil keuntungan dari penjualan hasil panen tersebut ke pembiayaan bedah rumah.

Tak hanya itu, material bangunan yang dipakai untuk proyek pembangunan rumah berasal dari pengolahan fly ash dan bottom ash (FABA) hasil pembinaan warga binaan Lapas Kelas IIA Tangerang. Melalui program kemandirian dan keterampilan, Lapas Warungkiara juga mengerahkan warga binaan untuk mengimplementasikan hasi pembinaannya untuk mendirikan rumah-rumah masyarakat.
Hasilnya, terdapat lima rumah dan dua rumah masjid yang berhasil direnovasi dan diresmikan secara langsung oleh Menteri Imipas, Agus Andrianto, Rabu (10/6). Program bedah rumah ini merupakan salah satu tujuan dari implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas yang memberikan dampak nyata tak hanya bagi warga binaan dan pegawai Kemenimipas, melainkan juga bermanfaat secara langsung terhadap masyarakat.
Ari Yusni, salah satu tokoh masyarakat di Desa Warungkiara mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh Kemenimipas sebagai bentuk perbaikan harapan hidup bagi masyarakat sekaligus warga binaan.
“Kami sangat mengapresiasi terhadap program rutilahu atau bedah rumah ini. Ternyata bukan hanya memperbaiki rumah tempat tinggal tapi memperbaiki harapan hidup,” ujar Ari.
Selain di Warungkiara, program bedah rumah oleh Kemenimipas juga dilaksanakan di berbagai wilayah lain bekerja sama dengan pengembang dan pemerintah daerah. Saat ini tercatat sudah ada 24 unit rumah warga yang telah dibangun atau direnovasi oleh Kemenimipas melalui Ditjen Pemasyarakatan. Beberapa di antaranya dilaksanakan di Tuban, Situbondo, Penyabungan, Trenggalek, Batusangkar, Amuntai, Pelembang, dan Jambi.

Melalui program bedah rumah, Kemenimipas membuktikan kepada masyarakat bahwa pembinaan yang diupayakan di tiap lapas dan rutan selain membentuk karakter dan keterampilan bagi warga binaan, juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar UPT Pemasyarakatan.
