Kendal – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan 13 program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan fokus pada program ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal, Selasa (21/05).
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Lapas (Kalapas) dari berbagai wilayah, yakni Kalapas Kelas I Semarang, Kalapas Kelas IIA Kendal, Kalapas Kelas IIB Batang, dan Kalapas Kelas IIB Purwodadi.
Dalam evaluasinya, ia menilai perkembangan program ketahanan pangan yang tengah dijalankan di Lapas Terbuka Kendal. Di bidang pertanian, land clearing atau pembukaan lahan baru seluas 3,5 hektar sedang berjalan dan saat ini telah ditanami jagung sejak enam hari yang lalu.
Sementara itu, pada bidang perikanan, budidaya ikan bandeng telah dilakukan di tambak seluas 0,9 hektar dari total 53 hektar lahan tambak yang tersedia dengan penebaran sebanyak 8.000 ekor ikan. Di sisi lain, area tambak seluas 2 hektar lainnya telah ditebar sebanyak 35.000 ekor ikan di tiga kolam yang tersedia.
Kakanwil Ditjenpas Jateng menyampaikan apresiasinya terhadap progres yang telah dicapai oleh Lapas Terbuka Kendal.
“Program ketahanan pangan ini bukan hanya bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, tetapi juga sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kami akan terus mendorong perluasan lahan dan pengembangan budidaya agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia pun menyatakan komitmennya ke depan untuk terus memperluas lahan pertanian dan kolam tambak guna mendukung program ketahanan pangan nasional serta memberikan pembinaan produktif bagi warga binaan.