DENPASAR - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah dengan mengadakan Rapat Persiapan dan Pengarahan Operasi Bali Becik. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada Senin (19/05) ini menandai langkah strategis dalam menertibkan keberadaan Warga Negara Asing (WNA), khususnya mereka yang menginap di akomodasi tanpa izin resmi atau penginapan bodong.
Rapat dihadiri oleh Kepala Sub Direktorat Pengawasan pada Direktorat Jenderal Imigrasi beserta tim, yang memberikan arahan langsung terkait pelaksanaan operasi. Turut hadir Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian se-Bali, menunjukkan sinergisitas dan koordinasi yang solid antar unit. Partisipasi aktif secara langsung maupun virtual dari seluruh UPT Keimigrasian di Bali menegaskan keseriusan dalam menyukseskan operasi ini.
Kepala Sub Direktorat Pengawasan dalam pembukaannya menekankan urgensi Operasi Bali Becik sebagai respons terhadap maraknya akomodasi ilegal yang berpotensi merugikan berbagai pihak. Praktik penginapan bodong tidak hanya menciptakan persaingan tidak sehat bagi pengusaha akomodasi yang patuh terhadap regulasi dan membayar pajak, tetapi juga berimplikasi pada potensi kerugian pendapatan daerah dari sektor pajak hotel dan restoran.
Dalam pengarahannya, terungkap beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama Operasi Bali Becik, antara lain, penertiban akomodasi bodong; sosialisasi dan implementasi aplikasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA); pendataan dan Verifikasi Identitas WNA; tindakan tegas terhadap pelanggaran; serta mekanisme pengawasan terstruktur.
Setelah sesi pengarahan yang komprehensif, Kepala Sub Direktorat Pengawasan secara resmi menutup rapat. Selanjutnya, masing-masing tim yang telah dibentuk langsung bergerak menuju lokasi-lokasi pengawasan yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesiapan dan respons cepat dalam menjalankan Operasi Bali Becik demi menjaga keamanan dan ketertiban Pulau Dewata.