rss 48

  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30
Rutan Banyumas Bangun Kesadaran dan Harapan Warga Binaan melalui Kebaktian Rohani Berkelanjutan

Rutan Banyumas Bangun Kesadaran dan Harapan Warga Binaan melalui Kebaktian Rohani Berkelanjutan

Banyumas – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banymas terus berkomitmen melaksanakan program pembinaan kepribadian Warga Binaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan kebaktian rohani yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan setiap hari Kamis dan Sabtu. Program ini merupakan pilar penting dalam membina mental dan spiritual Warga Binaan beragama Kristen, sebagai bagian dari upaya membentuk pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pidana.

Kepala Subseksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas, Sigit Purwanto, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari proses pembinaan Warga Binaan secara menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi juga dari perubahan sikap, pola pikir, dan karakter warga binaan.

“Kami berharap melalui kebaktian rohani yang rutin dilaksanakan, Warga Binaan dapat memiliki pondasi iman yang kuat, sehingga proses pembinaan tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyentuh hati dan perilaku. Harapan kami, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka siap menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” ujar Kasubsi Sigit Purwanto di Rutan Banyumas, Sabtu (28/2).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Kebaktian menghadirkan pelayanan dari Pendeta Setyo Pranowo dari Gereja Kristen Indonesia Sokaraja secara konsisten. Pendeta Setyo Pranowo menekankan pentingnya pertobatan, pengampunan, serta kesadaran diri sebagai langkah awal menuju perubahan hidup.

“Kami berharap setiap saudara yang mengikuti kebaktian ini merasakan kasih Tuhan yang memulihkan. Kiranya melalui pembinaan rohani ini, mereka memiliki kekuatan untuk bangkit, memperbaiki kesalahan, dan kelak kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Pendeta Setyo Pranowo saat memberikan pendampingan Warga Binaan.

Kebaktian rohani, bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi diri dan penguatan batin Warga Binaan Rutan Banyumas. Salah satu Warga Binaan berinisial H (42) mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan ketenangan di tengah proses pembinaan yang dijalani.

“Saya merasa lebih damai dan punya harapan baru setiap kali mengikuti kebaktian. Di sini saya belajar menerima keadaan, mengakui kesalahan, dan berusaha berubah menjadi lebih baik. Saya berharap setelah bebas nanti, saya bisa menjalani hidup yang benar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

Pengakuan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan kerohanian memiliki dampak positif terhadap kondisi psikologis dan spiritual warga binaan. Melalui kebaktian yang rutin dilaksanakan dua kali dalam sepekan, Warga Binaan diajak untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan sekaligus memperkuat komitmen pribadi untuk berubah.

Melalui pelaksanaan kebaktian rohani secara konsisten setiap hari Kamis dan Sabtu, Rutan Banyumas berupaya menanamkan nilai-nilai keimanan, pengharapan, dan kasih dalam diri setiap Warga Binaan. Melalui pendekatan spiritual yang berkelanjutan, diharapkan para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

[jux_easy_instagram_feed id=1]
kemenimipas logo
 
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
Alamat   JL. Rasuna Said Kav X6 No. 8 Kuningan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
     
     
          

 

facebook kemenimipas   twitter kemenimipas   instagram kemenimipas   linked in kemenimipas   Youtube kemenimipas   rss kemenimipas
  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30