Pangkalpinang – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang melaksanakan rehabilitasi pemasyarakatan bertema Pemulihan Adiksi. Berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang, sebanyak 36 anak binaan mengikuti kegiatan pembinaan di aula terbuka, Rabu (15/10).
Kepala LPKA Pangkalpinang, Ismet Sitorus, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berperan penting dalam memperkuat proses pembinaan. Pemulihan adiksi anak binaan menjadi pondasi dasar dalam memperbaiki kualitas kehidupan mereka.
”Pemasyarakatan melihat kegiatan ini sebagai intervensi yang kritis. Dengan pemahaman yang benar tentang sifat penyakit adiksi, kami dapat mendesain program pembinaan yang lebih efektif untuk memulihkan Anak Binaan kami. Ini adalah investasi untuk masa depan mereka,” ujar Kepala LPKA Pangkalpinang.
Ketua Tim Konselor Adiksi sekaligus pegawai BNN Kota Pangkalpinang, Indri, menyatakan bahwa adiksi bukanlah sekadar kesalahan moral, melainkan sebuah penyakit otak. Maka dari itu, upaya pemulihan adiksi anak binaan sangat diperlukan melalui rehabilitasi.
“Penting untuk dipahami, adiksi adalah penyakit otak yang kronis dan bersifat kambuhan. Narkoba menyebabkan perubahan struktur dan fungsi otak, terutama di pusat kesenangan dan bagian otak yang mengendalikan pengambilan keputusan. Inilah yang membuat seorang pecandu kehilangan kendali,” ujar Ketua Tim Konselor Adiksi.
Ia menambahkan bahwa zat psikoaktif dalam narkoba dapat mengacaukan persepsi, perasaan, dan perilaku seseorang. Dampaknya bisa berupa halusinasi, perubahan suasana hati yang drastis, perilaku agresif, hingga tindakan berisiko. Penggunaan berulang bahkan dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologis yang sangat kuat.
Salah satu anak binaan berinisial I mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membuat mereka memahami dampak nyata narkoba terhadap tubuh dan pikiran. Ia menyadari bahwa perilaku, seperti mudah marah dan sulit tidur, merupakan efek dari kerusakan otak akibat narkoba. Pemahaman ini menjadi motivasi baginya untuk benar-benar berubah.
Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Pangkalpinang terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas program rehabilitasi dan memutus rantai narkoba. Upaya ini juga menjadi wujud keseriusan LPKA Pangkalpinang dalam menyelenggarakan program pembinaan yang menyentuh akar masalah anak binaan. Kegiatan ini menjadi pembuka secercah harapan dalam mengupayakan kepentingan terbaik bagi anak dan membina mereka menuju masa depan yang lebih baik.