Samarinda – Dalam rangka meningkatkan kapasitas petugas kesehatan terhadap penanggulangan Tuberkulosis (TBC), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga kesehatan, Jumat (12/9). Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Pintor Hotasi selaku Dokter Klinik Pratama Lapas Narkotika Samarinda dengan menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur sebagai mitra strategis.
Pelatihan diselenggarakan melalui metode Blended Learning, yang memadukan pembelajaran daring dan tatap muka sehingga lebih efektif dan fleksibel bagi peserta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes). Melalui pelatihan tersebut, tenaga kesehatan di lingkungan Lapas Narkotika Samarinda dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Tenaga kesehatan Lapas diharapkan mampu menanggulangi TBC, mulai dari deteksi dini, tata laksana medis, hingga upaya pencegahan dan pengobatan secara tepat.

Dalam keterangannya, dr. Pintor Hotasi menegaskan bahwa penanganan TBC di Lapas merupakan prioritas utama mengingat potensi penularan yang cukup tinggi. “Kami berkomitmen memastikan tenaga kesehatan memiliki keterampilan yang mumpuni untuk menangani TBC. Hal ini sangat penting demi tercapainya target eliminasi TBC dan menjaga kesehatan Warga Binaan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Lapas Narkotika Samarinda, Jaka Prihatin. Ia berpendapat bahwa melalui pelatihan tersebut, Lapas Narkotika Samarinda memiliki bekal yang kuat dalam menanggulangi TBC.
“Diharapkan melalui pelatihan ini, kualitas layanan kesehatan di Lapas semakin meningkat dan angka penularan TBC dapat ditekan secara signifikan. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari program Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka mendukung eliminasi TBC tahun 2030,” ujar Kalapas Jaka Prihatin.
Pelatihan penanggulangan TBC ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Narkotika Samarinda dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung program pemerintah dalam rangka menekan angka penyebaran TBC, khususnya di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan.