Sumatera Utara - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat dalam penanganan dan pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah daerah di wilayah tersebut. Bencana akibat intensitas hujan tinggi ini turut berdampak pada beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, termasuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Barus dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pangkalan Brandan. Aktivitas dan kelancaran layanan Pemasyarakatan turut terhambat akibat bencana.
Banjir bandang yang terjadi pada Selasa (25/11) di Kabupaten Tapanuli Tengah menyebabkan sejumlah area fasilitas di Lapas Kelas III Barus terendam. Fasilitas tersebut meliputi Musholla, sebagian dapur umum, hingga area perkantoran administratif. Meski kondisi tersebut menghambat operasional, seluruh Warga Binaan dipastikan aman. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan dokumen penting serta inventaris kerja dari potensi kerusakan.
Di sisi lain, Kecamatan Babalan-Kabupaten Langkat, menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah. Genangan banjir dengan ketinggian hampir satu meter juga merendam Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan. Sebagai langkah tanggap darurat, Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno, memerintahkan evakuasi sebagai bentuk antisipasi keselamatan.
”Total 435 Warga Binaan berhasil dievakuasi dengan pengawasan ketat dan dipindahkan ke tiga lokasi berbeda yaitu Lapas Kelas III Pemuda Langkat, Lapas Narkotika Kelas IIA Langkat, dan Rutan Tanjung Pura. Proses pemindahan berlangsung dramatis namun terkoordinasi dengan baik berkat keterlibatan seluruh jajaran UPT di Medan yang turut mempercepat proses evakuasi,” ujar Kepala Kanwil Yudi Suseno
Kepala Rutan Kelas II B Pangkalan Brandan, Akmalun Ihsan, mengungkapkan bahwa proses pemindahan berlangsung cepat karena debit air meningkat dalam waktu singkat.
“Kami harus bergerak segera karena situasi tidak stabil dan air terus naik. Demi keselamatan seluruh Warga Binaan, kami memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman dengan koordinasi penuh bersama Kanwil dan seluruh jajaran UPT,” ujar Kepala Rutan Pangkalan Brandan.
Sebagai langkah lanjutan, Kanwil Ditjenpas Sumut memfokuskan pemulihan pada pembersihan dan sterilisasi area terdampak banjir, termasuk fasilitas ibadah, dapur umum, dan ruang administrasi yang sebelumnya terendam air. Upaya pendataan ulang serta penyelamatan dokumen administrasi dilakukan untuk memastikan seluruh layanan tetap terdokumentasi dengan baik. Selain itu, pemastian keamanan dan kesehatan Warga Binaan serta petugas menjadi prioritas agar potensi penyebaran penyakit akibat lumpur dan genangan dapat dicegah.
Kanwil Ditjenpas Sumut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pendukung untuk percepatan pemulihan sarana, prasarana, serta kelancaran kembali pelayanan pemasyarakatan. Kanwi Ditjenpas Sumut berkomitmen memastikan keamanan dan kesehatan Warga Binaan tetap terjamin selama masa pemulihan berlangsung. Kanwil Ditjenpas Sumut juga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil.