Surabaya – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi terus menghadirkan transformasi digital dalam pelayanan publik. Salah satu inovasi terbaru diwujudkan melalui penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate pada proses kepulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya, Selasa (2/6).
Layanan berbasis teknologi biometrik iris mata tersebut pertama kali diterapkan pada kedatangan Kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo yang tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (1/6). Melalui sistem yang terintegrasi dengan data manifes penerbangan, jemaah cukup melakukan verifikasi biometrik tanpa perlu melalui proses pemeriksaan paspor secara manual.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Jawa Timur (Jatim), Novianto Sulastono, menjelaskan bahwa sistem tersebut bekerja dengan mencocokkan identitas penumpang secara otomatis melalui teknologi biometrik yang terhubung dengan data penerbangan.
“Jemaah cukup membawa paspor, sementara data perlintasan langsung tercatat dalam sistem,” Ujar Kakanwil Novianto.
Pihaknya menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap satu kloter yang berjumlah 378 jemaah dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 40 menit. Sebelumnya, proses pemeriksaan secara manual membutuhkan waktu antara dua hingga tiga jam. Selain mempercepat layanan, teknologi ini juga meningkatkan akurasi pencocokan data dengan tingkat keberhasilan mencapai 99,9 persen.
Penerapan Immigration Seamless Process Corridor Gate merupakan bagian dari transformasi digital Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan layanan keimigrasian yang modern, cepat, aman, dan efisien. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir langsung menyambut kedatangan para jemaah haji.
“Ini digital ekosistem yang disiapkan oleh pihak imigrasi luar biasa. Mereka tidak perlu mengantre, hanya melihat kamera dan iris matanya terbaca tanpa harus dicap paspornya,” ujar Khofifah.
Khofifah yang juga Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya menilai layanan tersebut memberikan kemudahan bagi para jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah haji dan menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Sebanyak 378 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo menjalani pemeriksaan keimigrasian pada kedatangan perdana tersebut. Implementasi Seamless Corridor berhasil digunakan oleh 248 jemaah atau sekitar 65,6 persen, sementara sebagian lainnya masih menjalani pemeriksaan manual sesuai prosedur yang berlaku. Kendati demikian, sistem ini terbukti mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan.
Implementasi inovasi ini juga menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, khususnya dalam mewujudkan penguatan layanan keimigrasian berbasis digital yang berdampak langsung kepada masyarakat. Secara umum, pelaksanaan penyambutan dan pemeriksaan keimigrasian Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Kloter 1 Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kemenimipas terus berkomitmen melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap implementasi Seamless Corridor guna memastikan pelayanan yang semakin optimal pada kedatangan kloter-kloter berikutnya.
