rss 48

  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30
Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Baubau Panen Terong dan Kangkung

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Baubau Panen Terong dan Kangkung

Baubau – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program pembinaan kemandirian berbasis pertanian. Kepala Lapas Baubau, Tubagus M. Chaidir, bersama jajaran petugas turun langsung melaksanakan panen sayuran berupa terong dan kangkung hasil budidaya warga binaan di area Branggang Lapas, Rabu (20/8). Warga binaan yang terlibat dalam program pertanian turut serta merasakan hasil dari kerja keras mereka selama masa tanam.

Dalam sambutannya, Tubagus menegaskan bahwa kegiatan panen ini bukan hanya sekadar simbolis, tetapi wujud nyata komitmen lapas dalam melaksanakan pembinaan kemandirian. “Melalui kegiatan pertanian ini, kita berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Hasil panen memang kita nikmati bersama di lapas, tetapi yang lebih penting adalah ilmu dan pengalaman yang bisa mereka terapkan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan panen ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas tidak hanya berperan sebagai tempat menjalani pidana, tetapi juga pusat pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Lebih dari itu, kegiatan ini sekaligus merealisasikan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto terkait program pembinaan untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran pegawai, yang secara rutin membimbing, mengawasi, sekaligus memberikan pelatihan teknis kepada warga binaan dalam bercocok tanam. Kebersamaan antara petugas dan warga binaan menjadi kekuatan utama yang menjadikan panen ini berhasil dengan baik.

"Sayuran yang dipanen sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur umum Lapas Baubau sehingga dapat mendukung ketahanan pangan internal. Ke depan, program ini diharapkan bisa berkembang menjadi kegiatan bernilai ekonomis yang tidak hanya memberi manfaat bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui pemasaran hasil pertanian," jelasnya lebih lanjut.

panen_lapas_baubau.jpeg

Panen dilaksanakan di branggang yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian Lapas Kelas IIA Baubau. Pemanfaatan lahan pertanian di dalam lapas menjadi solusi tepat untuk mengisi waktu warga binaan dengan kegiatan positif sekaligus produktif. Selain menjaga ketahanan pangan internal, kegiatan ini juga menjadikan lingkungan lapas lebih hijau, bersih, dan sehat.

Kegiatan panen terong dan kangkung memiliki beberapa alasan fundamental. Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketersediaan pangan. Melalui kegiatan ini, Lapas Baubau turut berkontribusi menjaga keberlanjutan pangan, meski dalam lingkup terbatas. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan telah menggulirkan 13 program akselerasi, salah satunya adalah memperdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan. Program ini dijalankan sebagai bentuk nyata dukungan Lapas terhadap kebijakan nasional.

Pertanian bukan hanya soal menghasilkan pangan, tetapi juga sarana pembinaan yang membekali warga binaan dengan keterampilan praktis. Dengan demikian, setelah bebas, mereka memiliki bekal keterampilan yang bisa digunakan untuk mencari penghidupan yang layak. Program pertanian ini mampu menanamkan nilai kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab kepada warga binaan. Selain itu, hasil panen bisa bernilai ekonomis apabila dikembangkan lebih lanjut.

Program panen ini dilaksanakan melalui tahapan pembinaan yang berkesinambungan. Warga binaan diberikan pelatihan dasar bercocok tanam mulai dari menyiapkan lahan, memilih bibit, teknik menanam, perawatan hingga pemanenan.

Proses pembinaan dilakukan dengan sistem kerja gotong-royong di bawah bimbingan petugas lapas. Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kerja sama dan kedisiplinan.

Hasil panen kemudian dikumpulkan, ditimbang, dan didistribusikan untuk dimanfaatkan di dapur umum lapas. Sebagian lainnya akan disimpan sebagai bibit untuk masa tanam berikutnya, sehingga keberlanjutan program tetap terjaga.

Kegiatan panen terong dan kangkung diharapkan menjadi awal dari pengembangan program pertanian yang lebih luas di Lapas Baubau. Ke depan, lapas akan terus mengembangkan lahan pertanian dengan berbagai jenis komoditas lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Selain itu, program ini juga akan diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, seperti dinas pertanian, kelompok tani, dan lembaga swasta, guna memperluas akses dan memberikan pelatihan yang lebih komprehensif kepada warga binaan.

Dengan demikian, warga binaan tidak hanya produktif selama menjalani masa pidana, tetapi juga siap berkontribusi secara positif setelah kembali ke tengah masyarakat.

Panen terong dan kangkung yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Baubau menjadi bukti nyata bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus melaksanakan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui pemberdayaan warga binaan di bidang pertanian, lapas tidak hanya memberikan bekal keterampilan, tetapi juga membentuk karakter kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab. Semua ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan, yaitu membina warga binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bermartabat.

[jux_easy_instagram_feed id=1]
 
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN
REPUBLIK INDONESIA
Alamat   JL. Rasuna Said Kav X6 No. 8 Kuningan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
     
     
          

 

facebook kemenimipas   twitter kemenimipas   instagram kemenimipas   linked in kemenimipas   Youtube kemenimipas   rss kemenimipas
  • Senin- Jumat 08:00 - 16:30