Banjarmasin – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin menggelar Gerakan Nasional Aksi Sosial Klien Bapas Peduli dengan melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di Stadion Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Kamis (21/8). Sebanyak 40 klien pemasyarakatan dari berbagai latar belakang perkara turut serta dalam kegiatan tersebut di bawah pengawasan dan pendampingan langsung oleh seluruh pegawai Bapas Kelas I Banjarmasin. Mereka pun bergotong royong membersihkan area dalam maupun luar stadion yang kerap menjadi lokasi berkumpul masyarakat.
Sebelum kegiatan dimulai, Plt. Kepala Bapas Kelas I Banjarmasin, Raden Budiman Priatna Kusumah, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian nyata dari proses pembinaan yang dijalankan Bapas sekaligus memberi kesempatan kepada klien pemasyarakatan untuk berkontribusi positif untuk lingkungan wilayah tempat tinggalnya. Kegiatan ini juga mendorong proses reintegrasi sosial atau pemulihan kembali warga binaan di tengah masyarakat
“Melalui Gerakan Nasional Aksi Sosial Klien Bapas Peduli ini, kami ingin menegaskan bahwa pembinaan bukan hanya sebatas pengawasan, melainkan juga menumbuhkan nilai kemanusiaan, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Kami berharap para klien dapat membuktikan bahwa mereka siap berperan aktif ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Budiman.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Bapas Banjarmasin tersebut.
“Aksi sosial yang digagas Bapas Banjarmasin merupakan wujud nyata dari semangat pemasyarakatan yang menekankan pada reintegrasi sosial. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat bahwa klien pemasyarakatan memiliki potensi positif untuk ikut membangun lingkungan dan berkontribusi bagi sesama,” tegasnya.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat implementasi reintegrasi sosial yang merupakan tujuan utama pemasyarakatan. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, Bapas Banjarmasin berupaya menanamkan rasa tanggung jawab, mengurangi stigma negatif, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa.
